Author : Rinto Pangaribuan

Menulis untuk Bersuara

Membaca jurnal terbitan kampus menjadi kegiatan paling membosankan ketika saya masih kuliah di Bandung. Padahal, judul-judul artikelnya mendebarkan karena menarik dan provokatif. Namun, gairah seketika meredup kala mata mulai menjelajahi kalimat per kalimat. Puluhan halaman tulisan hanya berisi data-data kering—nyaris tanpa cerita. Tulisannya berbunyi, tetapi tak bersuara. Tulisan adalah Suara Suara (voice) tentu saja berbeda […]

BERTEOLOGI HARUS BERGUNA BAGI MASYARAKAT

Kapan Anda terakhir kali membaca buku tertatih-tatih karena merasa bosan dengan isinya? Namun, walau titik didih kejenuhan sudah memuncak, Anda terus membolak-balik halamannya. Rasa ingin tahu disertai harapan akan menemukan hal baru terus memaksa Anda mengikuti deretan huruf hingga halaman terakhir buku. Tanda titik terakhir di buku kemudian mengucapkan selamat tinggal kepada Anda yang sedang […]

Tentang Golkar, Jokowi, dan Demokrasi

Spekulasi soal kemungkinan Jokowi menjadi ketum Golkar mendapat perhatian. Keterkaitannya dengan Golkar dilihat dari pelibatan kader dalam pemerintahannya. Namun, syarat AD/ART Golkar mengharuskan menjadi kader selama lima tahun, membuat pencalonannya belum mungkin. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi demokrasi dan krisis identitas di internal Golkar. Rumor ini mencerminkan pragmatisme politik dan krisis kepercayaan, berpotensi mengikis nilai demokrasi yang sesungguhnya.

Scroll to top