Author : Rinto Pangaribuan

Para Intelektual

Apa arti menjadi seorang intelektual? Apakah peran intelektual sama dengan pakar? Kemudian, apakah seorang intelektual mesti menjabat sebagai guru besar? Pertanyaan di atas menjadi nyawa dari ceramah Edward W. Said dalam Reith Lectures pada 1993. Stasiun televisi BBC menyiarkan kuliah berdurasi 30 menit tersebut setiap minggu selama enam pekan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia mengalihbahasakan orasi […]

Ketika Demokrasi Mati secara Demokratis

Hampir semua para ahli politik menyepakati demokrasi merupakan sistem pemerintahan terbaik—dari antara yang terburuk. Demokrasi memang memberi ruang pada kebebasan, kesetaraan, dan pembatasan kekuasaan jika dibandingkan dengan sistem lainnya. Namun, persis pada keunggulannya inilah letak kelemahan demokrasi. Ketika mengasumsikan kesejajaran derajat manusia, artinya, demokrasi menjamin hak setiap orang menyatakan pikirannya—termasuk keinginan untuk membunuh demokrasi. Persis […]

Buruk Demokrasi: Salah Parpol atau Rakyat?

“Pemilu curang menjadi preseden buruk untuk demokrasi kita, Bang.” “Fakta politiknya Prabowo menang, To. Narasi apa pun setelah itu silakan dibuat. Mengenai masa depan demokrasi, saya hanya bisa mendoakan agar semua baik-baik saja.” Percakapan di atas merupakan sepenggal komentar Facebook antara saya dengan seorang pendeta pendukung 02. “Berdoa, ndasmu!” saya menutup aplikasi Facebook sambil bergumam […]

Scroll to top