Dinamika Memahami
“Man is condemn to meaning,” demikian F. Budi Hardiman (FBH) menyitir pernyataan Merleau-Ponty dalam buku Seni Memahami (2015). Artinya, manusia ditakdirkan—bahkan dikutuk, untuk memahami karena kita mustahil keluar dari sistem makna. Tugas manusia untuk memahami adalah “sebuah tugas yang tidak pernah berkesudahan” (h. 30). Buku ini menguraikan hal ihwal kesibukan memahami sebagai sebuah seni (h. […]