Author : Rinto Pangaribuan

Dinamika Memahami

“Man is condemn to meaning,” demikian F. Budi Hardiman (FBH) menyitir pernyataan Merleau-Ponty dalam buku Seni Memahami (2015). Artinya, manusia ditakdirkan—bahkan dikutuk, untuk memahami karena kita mustahil keluar dari sistem makna. Tugas manusia untuk memahami adalah “sebuah tugas yang tidak pernah berkesudahan” (h. 30). Buku ini menguraikan hal ihwal kesibukan memahami sebagai sebuah seni (h. […]

Politik dan Harapan

Oleh: Rinto Pangaribuan “Pada hakikatnya, manusia ditentukan oleh masa depan,” Ernst Bloch menulis demikian dalam mahakaryanya Principle of Hope (1996). Masa depan mengekspresikan diri dalam bentuk utopia atau harapan. Eksistensi kita sekarang berangkat dari harapan di masa lalu. Entah harapan itu tercapai atau tidak, satu hal yang pasti adalah kita berbenah, berubah. dan bergerak karena […]

Mesianisme sebagai Paradigma

Penulis : Giorgio Agamben Judul   : The Time That Remains: A Commentary on the Letter to the Romans. Penerbit: Stanford University Press, 2005. Di awal halaman buku, kita akan mendapatkan informasi bahwa buku ini berkembang dari rangkaian serial seminar. Seminarnya berlangsung sejak Oktober 1998—Oktober 1999 di berbagai tempat (h. ix). Menurut saya, setidaknya ada dua […]

Scroll to top